Transformational Academy



THE WAY OF UNFOLDING: SEBUAH PARADIGMA BARU DENGAN ANCIENT ROOTS

Sebuah Pengenalan Singkat Mengenai Pendekatan Human Development yang dikembangkan oleh Jan Ardui dan Peter Wrycza

Introduction

Ketika Jan Ardui dan Saya mulai bekerja sama secara profesional pada awal tahun 1990an, kami memiliki ketertarikan yang sama dalam, Neuro-Linguistic Programming (NLP). Walaupun kami sangat menghargai secara mendalam apa yang kami telah pelajari dari disiplin baru ini , kami menemukan diri kami terhambat oleh beberapa keterbatasan paradigma NLP. Kami menginginkan sebuah cara menangani perkembangan dalam diri individu (dimana NLP memiliki banyak kelebihan dalam hal ini) yang membuat jenjang antara grup dan organisasi (dimana paradigma NLP menjadi terbatas).

Selebihnya, kami merasakan bahwa apa yang terjadi dalam individu dan sistem yang lebih luas mencerminkan pola-pola transformasi terjadi secara alami secara menyeluruh. Kami merasakan bahwa pola-pola ini merupakan ekspresi dari evolusi yang mengarah pada semua tingkat penciptaan. Menggerakan proses evolusionari ini kami sebut sebagai the 'Way of Unfolding'. Kata-kata 'Way of Unfolding' merupakan sebuah jalan yang menunjukkan sesuatu berjalan dan terjadi melalui proses dan sifat-sifat alaminya 'how things are' atau dapat dikatakan juga sebagai bagaimana sesuatu itu terjadi 'how things become'.

Arus kehidupan kita tersentuh oleh the Way of Unfolding dalam dua cara yang penting. Pertama-tama, tingkat kesensitifan kita terhadap beberapa pola berarti bahwa kita telah siap menangkap kecenderungan yang muncul berkali-kali dalam dunia kita, dan melalui mereka sebuah penyatuan yang lebih kuat melalui semua perbedaan dalam keidupan. Kedua, pengalaman mengenai keselarasan diri memberikan feedback secara terus menerus yang mempererat kita dengan the Way of Unfolding.

Kesensitifan kita terhadap pola dan keselarasan yang semakin tumbuh dengan pola yang lebih dalam membantu personal unfolding kita sesuai dengan proses Unfolding dalam hidup ini secara keseluruhan. Ketika hal ini terjadi, kita menikmati dan memfasilitasi keadaan yang penuh dalam hidup ini, baik di dalam diri senidir maupun dalam diri orang lain. Kami mengikuti arus dalam kehidupan ini, dan sekaligus mampu mencapai apa yang diinginkan dengan pengorbanan yang minimum. Hidup akan membantu kita ketika kita membantu kehidupan. Ini merupakan garis besar mengenai apa yang kami maksudkan sebagai 'the Way of Unfolding'.


Pattern and Patterning

Pattern atau pola selalu ada pada setiap tingkat penciptaan, dari sub-atomic sampai pada galactic, dari cell yang sederhana sampai keseluruh kehidupan sosial. Pikiran kita juga terorganisir secara unik untuk menginterpretasi dan menangani pola. Pola, seperti itu, kami mendefinisikannya sebagai hadiah dalam dunia ini dan sebagian ekspresi mengenai 'punctuation' kita, dalam kata yang digunakan Gregory Bateson. Punctuatio kita sebaliknya menjadi sebuah hasil dari patterning yang ada. Kita, sebaga efeknya, baik dari para pencipta dan penciptaan mengenai patterning kita.

Dalam mengeksaminasi baik pola-pola/patterns alam dan sifat dari patterning kita,kami menemukan bahwa pattern memiliki fungsi yang sangat berharga dalam menyederhanakan kompleksitas. Patterns yang sederhana secara alami muncul untuk memperlihatkan permukaan dari suatu kompleksitas. Dan patterning pikiran kita membuat diri kita mampu of memahami dan menangani kompleksitas dunia kita.Pada akhirnya, kami merasakan bahwa patterning alam dan patterning dalam pikiran-pikiran kita muncul dari meta-pattern yang sederhana yang ada baik didalam pikiran dan alam. Bagi Bateson dan para pemikir yang perseptif, pikiran dan alam merupakan sebuah kesatuan yang perlu 'necessary unity', dan berhubungan satu dengan lainnyas'. Jika kami berspekulasi mengenai pattern tersebut, kita dapat menyesuaikan diri dengan apa yang dikatakan oleh Wallace Stevens bahwa 'Hal tersebut pasti merupakan hal yang abstrak', akan teatpi dapat mendidik dengan melalui ekspresi yang paling kongkrit.

Dalam proses mengevaluasi pattern, kita bisa medapatkan beberapa ide mengenai bagaimana memikirkan mengenai sebuah meta-pattern yang berhubungan. Patterns yang sederhana dapat dideskripsikan, seperti yang dikatakan oleh, penyair Inggris G. M. Hopkins pada abadterkahir, sebagai suatu konfigurasi 'persamaan' dan' perbedaan'. Akan tetapi 'stabilitas' dan 'perbahan' mungkin merupakan proses dinamis yang lebih berlawanan. Hal ini mungkin sekali untuk mndeskripsikan jenis-jenis proses alam dalam arti proses dinamis yang berjalan secara terus menerus yang terjadi antara kecenderungan menuju perbedaan atau perubahan dan kecenderungan menuju kesamaan 'homogeneity' atau stabilitas.

Biar bagaimanapun juga, hanya mengandalkan hubungan antara stabilitas dan faktor perubahan tidak akan dapat terhitung untuk kemakuran yang luar biasa mengenai pattern self-evolving yang tersedia pada alam. Begitu banyak proses patterningyang kami perhatikan dalam dunia yang alami membawa kemungkinan suatu pengembangan cara-cara yang kreatif yang kami tawarkan ketiga karakteristik atribut penting dalam prosess patternin alami. Hal ini kita menyebutnya sebagai 'self-transcendence'. Patterns dari alam memiliki kapasitas untuk menjadi luar biasa dengan sendirinya, apakah itu terjadi karena proses belajar atau menjadi bagian dari 'holons' yang lebih besar (meminjam kata yang digunakan oleh Wilber) yang menciptakan tingkat kemungkinan yang lainnya.


Generative Patterns and Generative Patterning

Ketika patterning alami dan patterning yang kita lakukan, menunjukkan suatu kecenderungan untuk menampilkan kemungkinan baru dari ketegangan antara faktor yang mempertahankan stabilitas dan faktor yang mendukung perubahan, kita bisa berbicara mengenai 'Generative Patterns'. Generative Patterns adalah patterns dengan sebuah kapasitas untuk menjadi diri yang unik (self-transcendence). Mereka dapat berubah, belajar, dan berkembang. Sistem kehidupan merupakan Generative Patterns, sama halnya dengan sistem sosial.

Pengembangan dan evolusi mengenai Generative Patterns berefek pada cerita mengenai the Way of Unfolding. Unfolding terjadi dalam dan melalui Generative Pattern yang alami.

Patterning yang kita miliki menjadi generative ketika kita mempelajari mengenai cara kita belajar yang menjadi bahan bakar untuk proses belajar yang lebih jauh dan pertumbuhan yang lebih meningkat juga. Kita juga dapat berpikir mengenai 'Generative Patterning' sebagai sebuah eksplorasi dan deskripsimengenai bagaimana kita mengelola hubungan antara stabilitas dan perubahan, persamaan dan perbedaan yang dapat menciptakan self-transcending bagi diri kita dan self-context continuum. Generative Patterning merupakan sebuah proses memiliki hubungan self-transcending dengan patterns kehidupan kita.

 

Modelling and Applied Epistemology

Bagi manusia, hubungan self-transcending dengan patterns kehidupan kita lebih dipengaruhi oleh bagaimana kita berinteraksi dengan peradigma mengenai dunia kita 'models of the world'.

Menangkap beberapa patterns dalam situasi asing yang kita hadapi merupakan sebuah langkah pertama untuk mengelola kompleksitas kehidupan. Pemberian arti kepada patterns dan kode bagaimana mereka berhubungan satu sama lainnya berguna untuk menghadapi situasi yang sama atau serupa dimasa yang akan datang, hal ini juga merupakan proses belajar pada tingkat yang lebih dalam. Dalam proses belajar yang lebih dalam, situasi yang kompleks dan belum dipahami akan menjadi jelasdan pada akhirnya menjadi bagian dari kehidupan kita. Proses pengkristalisasian ini atau 'model'membuat kita agar bisa mengelola stiuasi yang begitu kompleks mengenai apa yang kita telah pelajari dan aplikasikan selama ini. Proses menciptakan sebuah mental coding dari berbagai patterns dari pengalaman sehari-hari kita, kami menyebutnya sebagai 'modelling'.

Kita dapat mengatakan bahwa pattern didapatkan dari' apapun juga dengan apa adanya 'things as they are' dan cara kita memberikan kode untuknya. Disamping itu, models lebih merupakan produk dari pikiran kita. Kami menciptakan mental models ketika kita berusaha untuk mengerti dam mengelola pattern yang kita terima. Patterning merpakan hal yang esensial untuk modelling, yang nantinya dibutuhkan dalam proses belajar yang lebih mendalam.

Sayangnya, mental model yang kita miliki dapat menjadi sebuah keberuntungan dan sekaligius permasalahane. Mereka membuat kita mampu menghadapi kompleksitas, mereka juga membentuk bagaimana cara kita merespon dunia, mengurangi kemampuan kita untuk merespon secara kreatif.

Mental model kita menentukan epistemologi kita secara sadar, asumsi yang tidak kita sadari mengenai dunia dan bagaimana kita memberikan arti keopada pengalaman. Keduanya dapat membantu keselarasan dengan pattern kehidupan.

Untuk mengalir dengan unfolding pattern kehidupan mengandung arti menjadi lebih sadar dari epsitemologi tanpa sadar. Jika kita dapat mengenali proses patterning yang bekerja melalui paradigma (models of the world), kami dapat menggunakan mental modelling yang kita miliki untuk membatalkan dan mengupdate beberapa pekerjaan sebelumnya.

The Way of Unfolding yang terjadi pada diri kita sebagai manusia, mengundang kita untuk memberikan banyak perhatian kepada bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui. Perhatian seperti ini akan membentuk dunia dalam pikiran kita, suatu bagian yang penting dari Applied Epistemology, yang mana Generative Patterning merupakan elemen utama. Melalui Generative Patterning, kita dapat memmiliki kesadaran yang mengalir, fleksibel, dan hubungan yang kreatif dengan proses modeling kita. Hal ini merupakan hal yang penting jika kita ingin memfasilitasi pengembangan kita yang biasanya membingungkan sebagai akibat dari paradigma yang berbeda.

Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang kita ketahui membawa kita untuk mengekplorasi dan mendalami sifat-sifat alami dari orang yang mengetahui. The Way of Unfolding mengundang rasa keingintahuan mengenai 'siapa'. Mengeksplorasi epistemologi yang terdalam akan membawa kita kepada keunikan yang menjadi kekuatan kita. Apa yang dapat kita ketahui dari seorang yang memiliki pengetahuan? "What can we know of the knower? Apa yang menjadi struktur dari seorang yang mengetahui 'the knower'? Apa pattern dari pengembangan diri? Apakah identitas pribadi hanya merupakan produk daripatterning dan modelling? Apakah destinasi akhir dari menjadi diri sendiri?


Change, Learning, and Growth

Sejumlah cara yang digunakan dalam personal development, seperti NLP, menekankan pentingnya perubahan dalam kehidupan kita. Akan tetapi perubahan tanpa sandaran pada proses belajar yang mendalam dan pertumbuhan akan cenderung menjadi dangkal dan bermasalah.

Suatu perubahan bukan berarti akan terjadi tanpa bergelut dengan stabilitas. Kita bisa memandang sebuah perubahan pada umumnya sebagai perubahan luarnya saja. Perubahan biasanya terjadi pada tingkat lingkungan dimana kita berada atau tingkat prilaku. Dunia melemparkan tantangan perubahan kepada kita, dan kita juga dapat memulai suatu perubahan prilaku dan kontekstual. Kita bisa mengubah pasanga kita, pekerjaan, pekerjaan, tempat tinggal, gaya hidup, dan seterusnya.

Perubahan secara kontekstual menghalangi perubahan patterns dari kehidupan kita dari menjadi konfigurasi yang baru. Ekonomi menjadi menurun, perusahaan-perusahaan tetup, atau jatuh cinta, dan efek dari diketuknya kehidupan kita merupakan hal yang bersifat mendasar bagi pola pikir. Efek ini kita sebut sebagai 'belajar' daripada perubahan, ketika mereka meliputi akusisi kemampuan baru atau realisasi mengenai cara-cara yang bar dalam membingkai situasi yang kita hadapi.

Belajar membuat kita mampu menangani patterns yang sangat kompleks. Dengan dorongannya untuk kesederhanaan dan penyatuan, belajar membantu kita agar dapat menghadapi kompleksitas.

Secara paradoks, belajar adalah sebuah proses yang konservatif, sebagai sarana untuk menghadapi tekanan perubahan, belajar mempunyai fungsi yang berharga dalam memfasilitasi stabilitas dalam kehidupan kita. Proses belajar kita memberikan kemampuan untuk menghadapi perkembangan baru sehingga diri pribadi kita menjadi nyaman.

Pada akhirnya, proses belajar kita terbentur pada keterbatasan paradigma kita sendiri, dan kita menemukan diri sendiri memasuki ke sebuah periode revisi mengenai siapa diri kita. Kita bisa saja keluar dari periode pengembangan diri tersebut menjadi diri yang berbeda dari yang sebelumnya, akan tetapi lebih akurat jika kita menamakannya sebagai 'pertumbuhan' ('growth') daripada belajar atau berubah.

Karena suatu pertumbuhan meliputi pembingkaian yang lebih luas dari bingkai pengalaman yang biasa digunakan, hampir semuanya ini terjadi pada tingkat unconscious level. Kita tidak benar-benar memperbaharui diri kita yang lama dari dalam cetakan yang lama. Cetakan itu sendiri harus membesar. Hal tersebut memberikan arti suatu penyerahan diri kepada proses yang lebih besar daripada yang biasanya membentuk kita. Kita tidak dapat melakukan pertumbuhan, akan tetapi kita dapat memfasilitasikan pertumbuhan.

Pada umumnya, manusia tidak berubah. Daripada mencoba merubah diri sendiri dan orang lain, akan lebih bijaksana jika kita berusaha untuk merubah tindakan yang kecil yang secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat belajar dan pertumbuhan yang baru. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang seringkali dilakukan oleh Milton Erickson, yang memberikan kliennya beberapa tugas yang sederhana untuk dikerjakan yang pada akhirnya menciptakan pengembangan diri ke tingkat berikutnya.


WAY OF UNFOLDING
Generative Patterning Unfolding
Self Transcendence Growth
Stability Learning
Change Change

Unfolding

Hubungan hirarki antara perubahan, belajar, dan pertumbuhan dalam kehidupan kita yang menujuk kepada sebuah pattern yang lebih besar dan lambat laun akan menjadi lebih jelas.

Jalan menuju pretumbuhan yang terjadi mengikuti waktu kehidupan, kami menyebutnya sebagail 'unfolding'. Ungkapan mengenai 'unfolding' menyatakan bahwa kita sesungguhnya sudah menjadi seseorang yang diinginkan sejak dari awalnya (what we become is already in some sense implicit in what we are in the beginning), sama halnya dengan sebuah pohon yang masih berwujud sebagai bibit. Kita tidak dapat memprediksi apa persisnya yang akan terjadi dalam kehidupan seorang manusia. Akan tetapi ketika kita mempertimbangkan kehidupan kita sebagai keseluruhan, kita dapat menghargai sebuah pattern yang selama ini telah muncul Pattern yang lebih besar ini seringkali membuat beberapa pilihan-pilihan yang mengejutkan menjadi bisa dimengerti.

Kita dapat mengatakan bahwa pattern pribadi kita yang terjadi ini sebenarnya merupakan bagian dari pattern yang lebih besar yang juga sedang dalam proses terbuka 'unfolding'. Kehidupan sosial dan budaya juga mengalami perubahan, belajar, dan bertumbuh terus menerus. Mereka merupakan bagian dari proses evolusi yang membawa kita ke dunia tyang kita tempati sekarang ini. Dan proses unfolding dalam kehidupan pada planet kita merupakan bagian proses yang lebih besar yan meliputi apapun juga yang terjadi di dalam alam kosmos secara keseluruhan.

The 'Way of Unfolding' oleh karena itu merupakan sebuah jalan yang menunjukkan proses alami mengenai perubahan diri (self-evolving processes of nature). Hal ini juga merupakan sebuah jalan yang menunjukkan proses yang sama terjadi dalam diri kita semua seperti Generative Patterns, dan sebagai bagian dari pattern yang lebih besar secara alami.

Proses unfolding kita sepertinya hampir terprogram kuat dalam diri kita. Dengan kesempatan tersebut kita seolah-olah sebelumnya telah terprogram da berkembang (pre-programmed to grow and evolve) menuju pengekspresian values yang lebih tinggi. Values kita yang terdalam muncul untuk mendorong dan mengatur proses unfolding, walaupun values yang dimiliki merupakan values yang diekspresikan dengan cara yang kurang baik dalam tingkah laku. Kehidupan memanggil kita untuk menjadi yang terbaik yang kita bisa lakukan pada waktu-waktu tertentu. Kecenderungan ini dikenali baik dalam paradigma NLP dengan presuposisinya bahwa 'setiap tingkah laku memiliki maksud yang positif'

Tentu saja, maksud positif disini bukan berarti tingkah laku atau tindakan yang positif. Banyak pelajaran dan pertumbuhan bisa diperlukan untuk dibangun sebaik-baiknya sehingga bisa diekspresikan melalui tindakan. Akan tetapi tanpa hal itu proses belajar yang mendalam dan pertumbuhan tidak akan mungkin terjadi.

The Way of Unfolding oleh karena itu mengundang kita untuk menjadi orang yang sesensitif mungkin agar pattern yang ada menjadi terbuka dalam kehidupan kita ini. Ketika kita mampu menyelaraskan diri dengan proses unfolding ini, kita akan menemukan keharmonisan dengan diri kita. Tentu saja, kita perlu belajar bagaimana untuk membatalkan apa yang sudah terbentuk (conditioning) yang bisa membuat kitasecara pribadi keluar dari jalur yang benar, katakanlah, pikiran melawan hati (head against heart), atau perasaan dalam perut melawan logika (belly against brain). Hal tersebut bisa juga menjadi bagian proses unfolding.

Biarbagaimanapun juga, pada saat kita mulai mendekat kedalam keselarasan dengan pattern pattern unfolding dalam diri kita, Kita juga akan mulai memasuki keharmonisan dengan pattern yang lebih besar yang mana kita merupakan salah satu bagian darinya. Kita bergerak sevcara alami dengan arus kehidupan itu sendiri. Tiada ketidakcocokan antara evolusi kita dan keadaan dunia disekeliling kita. Keselarasan diri tersebut adalah sebuah perjalanan jauh dari hanya memperjelas apa yang diinginkan seseorang (outcome specification). Hal ini lebih berhubungan dengan penyesuaian kembali terhadap konsep diri kita.

Panggilan untuk bertumbuh, dan terciptanya unfolding yang lebih besar dan yang menjadi faktor pendorongnya, mensyaratkan sebuah cara kerja yang tidak seperti garis lurus (non-linear). Sebuah model yang linear mengenai mendefinisikan berbagai goal dan kemudian memperjelas langkah-langkah yang harus diambil, perubahan prilaku yang harus terjadi. Hal ini merupakan bingkai yang tidak cukup untuk memfasilitasi sebuah proses pertumbuhan yang misterius. Oleh karena itu, bentuk yang lebih sirkular, dan dlebih sistemik merupakan model yang cocok. Dalam proses kami bekerja dengan para individu dan grup, kami menemukan bahwa kita seringkali mengikuti sebuah proses yang terbuka (unfolding) dengan caranya tersendiri, tanpa kejelasan 'target', kecuali pengetahuan bahwa kita akan mengenali apa yang kita kejar ketika hal tersebut muncul. Eksplorasi yang mendalam mengenai keyakinan dan prilaku seperti itu, kami menyebutnya sebagai 'Re-patterning'.

Re-Patterning mengundang suatu proses kerjasama dimana ukuran mengenai 'ketidaktahuan' atau (not knowing) memungkinkan kita untuk bergerak keatas bagaikan spiral yang kemudian mendekat dan terus mendekat kepada inti dari misteri diri kita. Pergerakkan tersebut lebih baik jika digambarkan sebagai cahaya yang memancar daripada garis yang bergerak lurus. Bunga rose ataupun teratai telah menjadi simbol universal untuk proses menjadi terbuka (unfolding) dalam tradisi spiritual dan kultural yang besar dan mendunia dan ini merupakan hal yang penting bagi kami juga.


Unfolding in Action

Di Bali, suatu rasa yang mendalam mengenai the pattern of unfolding yang bergerak melalui tingkat-tingkat penciptaan yang berbeda dan terserap dalam sebuah kultur.Orang-orang bali banyak menginvestasikan waktunya dan tenaganya dalam aktifitas yang ditujukan untuk mengharmoniskan 'buana alit' (dunia yang kecil dalam diri sendiri) dengan 'buana agung' dunia yang besar yang meliputi kehidupan sosial dan alam lingkungan kita. [1]

Berbagai upacara (yadnya) biasa dilakukan untuk menciptakan suatu keseimbangan, baik pada tingkat individu dan tingkat kolektif. Berbagai upacara tidak mencegah tantangan-tantangan ekologikal yang berhubungan dengan lingkungan yang juga dihadapi oleh teknologi modern. Biarbagaimanapun juga, mereka membantu memelihara kesatuan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial Bali, terlepas dari banyaknya tekanan perubahan mengenai jumlah kedatangan turis internasional, migrasi ke dalam pulau yang sudah padat, dan tekanan menuju globalisasi.

Pada saat terjadinya instabilitas nasional, Bali masih dalam keadaan cukup tenang. Ketika anggota-anggota dari agama Islam yang dominan mengatakan bahwa Presiden yang beragama Hindu tidak bisa diterima, terlepas dari kesetaraan agama secara nasional, orang-orang Bali memilih untuk meresponnya dengan sebuah upacara spesial.

Ketika nilai-nilai tradisi berbeda dengan permintaan yang beralasan di Bali, mereka mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan cepat. Contohnya, ketika pemerintah ingin ditingkatkannya perencanaan keluarga dengan kampanye 'dua anak, sudah cukup', mereka langsung beradaptasi dengan cepat, terlepas dari memegang tradisi yang kuat mengenai memiliki keluarga besar.

Di Bali, pentingnya keselarasan diri, sosial, dan alam tercermin dalam simbol bunga teratai dengan delapan daun. Pada akhirnya memberikan sebuah model yang lebih praktis mengenai dunia-dunia yang kecil dan yang besar dan proses-proses transformasi yang membuat keduanya menjadi hidup. Orientasi secara geografi dalam ruang, makrokosmos, tercermin dalam mikrokosmos dalam pikiran dan tubuh manusia. Delapan arah utama berasal dari sebuah titik sentral dari energi, mendorong proses perubahan baik dalam hal alam dan dalam kehidupan kita. Hal ini merupakan cermin dari apa yang terjadi dalam organisasi tubuh kita, dalam gambaran besar rumah kita, tempat beribadah, dan pemukiman-pemukiman, walaupun dalam geografi sebuah pulau secara keseluruhan.

Selama proses melakukan riset mengenai the Way of Unfolding, Jan Ardui dan Saya menemukan bahwa teratai dengan delapan daun bunga memiliki kode yang sederhana yang sangat berharga untuk mengerti dan mendukung proses unfoldingdalam kehidupan kita. Kita telah mencoba mentranslasikan kode ini kedalam bahasa yang modern sehingga dapat dimengerti oleh orang-orang barat, dibawah rubrik 'Unfolding in Action'. Model ini menginspirasikan suatu seminar pengembangan diriyang berkelanjutan dimana kita memberikannya secara periodikal di Nirarta dan tempat-tempat lainnya.

Axis utara-selatan dari simbol bunga teratai menjelaskan struktur yang lebih dalam dari Generative Patterns. Utara memiliki simbol kualitas dan stabilitas, dan selatan, mengenai perubahan. Pada bagian tengahnya merepresentasikan kualitas 'self-transcendence', dihubungkan dengan polariti dan mengijinkan tingkat-tingkat yang lebih tinggi dalam organisasi menjadi muncul. Di Bali, pusatnya kadangkala diperlakukan sebagai sumber dari bersatunya perbedaan, dan kadangkala sebagai kebersatuannya berbagai perlawanan, wanita dan pria, langit dan bumi, positif dan negatif, dan seterusnya. Pusatnya merupakan sumber dan ekspresi dari kualitas yang saling melengkapi, yang mana kita menyebutnya sebagai 'energi' dan 'inteligensia', atau, lebih indahnya lagi, 'kekuatan' dan 'kemurnian'. Semua ini secara tradisi sudah direpresentasikan di barat dan timur teratai.

Arah-arah utama mencerminkan struktur yang mendalam dari transfromasi yang dinamis baik dalam kehidupan kita dan alam. Suatu tarian antara kestabilan dan perlawanan yang memiliki arah, arti, dan kekuatan, dikarenakan oleh intrinsik energi dan inteligensia. Kita bisa berubah, belajar, dan berkembangm karena dorongan dari stabilitas yang ada dalam keadaan tekanan yang kreatif (a state of creative tension) yang mengundang hal-hal yang baru tanpa harus membuatnya kewalahan. Keteraturan dan kekacauan hidup secara berdampingan, sehingga membuat hal-hal yang berharga dan yang tidak, menjadi muncul dan berubahnya sebuah keajaiban dalam hidup in.

Diluar dari dinamika (self-interacting) interaksi diri yang sederhana, kami menemukan sebuah lapisan proses patterning yang lebih jelas. Interaksi dari empat arah kardinal menjelaskan empat kecenderungan yang penting, yang mana secara simbolis dipetakan dalam bentuk utara-barat, utara-timur, selatan-timur, dan selatan-barat. Misalnya, hubungan antara 'energi' dan 'stabilitas' pada utara-barat menunjuk kes sebuah tujuan yang kita sebut sebagai arah. Tanpa adanya arah, tak banyak hal yang terjadi dalamalam ini dan juga kehidupan kita. Akan tetapi arah merupakan kebutaan jika melalaikan konteks yang lebih luas Jadi, arah yang berlawanan, selatan-timur, antara, inteligensia dan perubahan, kami menempatkan 'connection' hubungan. Perubahan memerlukan waktu, dan waktu mensiratkan baik 'kapan' dan 'dimana'. Dalam hubungannya dengan inteligensia, perubahan oleh karena itu meliputi keseluruhan tindakan yang ekologis - kejadian yang tepat terjadi pada saat yang tepat .[2]

Mengenal dan mengkontekstualisasikan arah, tentu saja menjadi mungkin ketika kita menarik dari sumber-sumber dari dalam diri. Dalam keselarasan dengan model orang-orang Bali, antara stabilitas dan inteligensia 'stability' and 'intelligence', kami menempatkan 'inwardness' kedalam diri atau 'inspiration' inspirasi. Kuadran ini menjelaskan proses penghubungan dengan kesadaran yang membumi yang memberikan latar belakang dan sumber dari kreatifitas sampai pada menjadi proses pikiran yang lebih aktif.

Agar proses transformasi menjadi mungkin, seperti inwardness memerlukan suatu faktor penyeimbang semangat (a counterbalancing expressiveness or passion), dimana kami menemukan letak berlawanannya dalam teratai yang berdaun delapan antara 'energy' dan 'change' perubahan, Pada kuadran selatan - barat. Disini kita menemukan dinamika yang membuat roda kehidupan berjalan.

Kualitas yang berlawanan ini; kedalam dan ekspresi (inwardness and expression)bekerja secara bersamaan dan berpasangan dengan kualitas-kualitas lainnya seperti arah dan koneksi (direction and connection). Ekspresi yang bersemangat membuat tindakan yang dinamis dalam dunia ini, akan tetapi tindakan merupakan hal yang buta jika tidak diseimbangkan dengan kedalam diri (inwardness), memfasilitasi ekologi dan kebijaksanaan dalam memilih arah masa depann. Jadi, direction, inwardness, connection, dan expressionm menunjuk kepada suatu transformasi dinamis. Mereka mendukung sebuah hubungan yang sistemik satu sama lain yang dapat mendukung perubahan, pelajaran, dan pertumbuhan pada tingkat yang berbeda.

Pengetahuan diri, seperti mengetahui dalam ketidaktahuan berubah menjadi destinasi dan jalan bagi semua proses unfolding kita semua. Hal ini merupakan pusat dari proses munculnya transformasi diri, sebuah sumber dari self-transcendence sebagai kaleidoskop kehidupan yang membuka dirinya, dan dimana transformasi dinamis menemukan fulfilment, bagaikan membangunkan kembali apa yang kita cari melalui proses unfolding, akan tetapi sesungguhnya tidak pernah meninggalkannya. Tentu saja, semua in hanyalah sebuah model, sebuah peta pikiran, sebuah tambahan pada melihat apa adanya (things as they are). Hal ini menunjukkan kepada a Way of Unfolding tanpa harus menjadi the Way of Unfolding dengan sendirinya. Yang mana selalu terjadi dengan sendirinya, dengan caranya sendiri, disini dan sekarang. Kita dapat membicarakannya, akan tetapi hal ini akan selalu sulit untuk diungkapkan dalam kata-kat, definisi, maupun program. Impiannya adalah untuk hidup dengannya. Itulah apa yang sesungguhnya disebut unfolding. Apakah kita menyukainya atau tidak.


Artikel ini pertama kali muncul pada bulan Maret 2001 dalam international journal NLP World, dipublikasikan oleh Peter Winnington, di Switzerland.




[1] Tentu saja, keselarasan tersebut (alignment) lebih dicari, namun tidak selalu dimengerti sepenuhnya secara intelektual, ataupun didapatkan secara alami.

[2] Biasanya, pada sudut pandang yang lebih besar, apa lagi yang akan terjadi? Pertanyaannya adalah