![]() |
![]() |
||
| Transformational Coaching | Area Yang Ditangani Oleh Transformational Coaching | NLP | Bagaimana? – Melibatkan Apa Saja? Alasan Mengapa? dan Siapa Saja Orangnya? | Jalan Menuju Proses Bersemi (The Way of Unfolding) | Coaching dan Leadership | Performa dan Keselarasan (Alignment) Coaching merupakan suatu seni memfasilitasikan pengembangan diri orang lain. Seorang coach yang efektif akan membantu seorang klien menghidupkan potensi yang ada dalam dirinya, akan tetapi potensi tersebut masih terpendam. Transformational Coaching memiliki pendekatan yang holistik dan multi level pada pengembangan diri, dimana kami menyesuaikan cara-cara yang kami miliki dengan kebutuhan yang unik dari seorang klien untuk berubah, belajar, atau berkembang.
AREA YANG DITANGANI OLEH TRANSFORMATIONAL COACHING Proses perubahan, pembelajaran, dan pertumbuhan memiliki arti secara bersama-sama untuk membentuk sebuah transformasi diri. Kadang, seorang klien pada dasarnya hanya perlu menyesuaikan cara merespon untuk menghadapi sebuah persoalan dalam konteks tertentu. Biarbagaimanapun juga, perubahan prilaku seringkali hanya menjadi bagian dari proses belajar yang lebih luas, yang melibatkan pengetahuan dan ketrampilan baru. Kemudian fokus yang kita miliki bisa menolong klien mempelajari cara bagaimana belajar. Berikutnya, perubahan yang diinginkan bisa saja menjadi mungkin ketika kita memperhatikan sikap-sikap, nilai-nilai, dan keyakinan-keyakinan yang mendasari kebiasaan lama atau yang diperlukan untuk mendukung pilihan-pilihan baru. Pada waktu-waktu tertentu, penyesuaian ulang (frames) sudut pandang akan dilakukan untuk membantu perubahan seuatu tindakan atau membangun pengetahuan dan ketrampilan baru yang dapat membawa klien pada kejernihan diri mengenai siapa diri yang sesungguhnya. Inilah yang disebut sebagai suatu proses memperluas dan penyelarasan diri secara keseluruhan. The Transformational Coach cukup sensitif dalam mendeteksi perbedaan dimensi pengembangan diri seperti ini. Coach tersebut akan menyesuaikan pendekatannya untuk memfasilitasi seorang klien untuk mencapai tujuannya atau setidak-tidaknya menciptakan kemajuan yang cepat.
Pendekatan yang kami gunakan dalam Transformational Coaching adalah pendekatan yang berbasis pada Neuro Linguistic Programming (NLP), dengan mempertahankan inspirasi awal dari NLP itu sendiri yang bersifat sistemik dan inspirasi tersebut dimulai oleh Gregory Bateson, dan juga para ahli transformasi yang luar biasa lainnya. Inti dari NLP adalah terciptanya hubungan yang bersifat sistemik antara tubuh pikiran (bahasa dan pikiran secara konseptual), dan indera-indera yang membentuk pengalaman kita. Dalam Transformational Coaching, kami dengan sensitif dalam mengenali cara seorang klien menginterpretasi dan memvisualisasikan sesuatu yang terlihat dari tingkah lakunya secara internal maupun eksternal. NLP diciptakan sebagai metode yang praktikal dalam proses coaching, jauh sebelum kata "Coaching" ini digunakan secara luas. Intinya adalah bahwa NLP fokus pada proses mengidentifikasi dan mereplikasi pola-pola keberhasilan (replicating patterns of excellence), melalui sebuah seni yang disebut sebagai 'modelling' struktur dari pengalaman subyektif manusia. Sayangya, pendekatan yang inovatif dan dengan presisi-nya menelurkan terlalu banyak teknik-teknik, yang membuat proses modelling itu sendiri menjadi terlupakan. Mengekplorasi dengan jeli bagaimana seorang klien menjadi berhasil atau gagal memberikan jalan yang linear dan kadangkala percobaan yang tak terpikirkan untuk menentukan suatu jenis persoalan dan mencari teknik yang sesuai dengannya. Di dalam proses Transformational Coaching, kami memberikan
penekanan pada 'proses modelling' pola-pola dan struktur yang relevan
dengan apa yang dibutuhkan oleh seorang klien. Hal ini membantu kami
memperjelas luasnya batasan persoalan yang (problem space) yang diperlukan
untuk merealisasikan tujuan-tujuan coaching. BAGAIMANA? - MELIBATKAN APA SAJA? ALASAN MENGAPA? DAN SIAPA? Dalam Transformational Coaching, eksplorasi mengenai berbagai jenis pengalaman masa lalu yang diarahkan dengan pertanyaan 'bagaimana?' Lebih persisnya, 'Bagaimana persisnya ketidakmampuan seorang klien mencapai harapan-harapannya bisa ditransformasikan menjadi sebuah kemampuan untuk memenuhi harapannya?' Untuk menjawab pertanyaan 'bagaimana' dengan spesifik, kami perlu mempertimbangkan berbagai jenis elemen. Misalnya, 'apa yang diinginkan sesungguhnya dalam bentuk yang konkrit? Dan apa yang membuat sebuah outcome menjadi menarik untuk direalisasikan, dinilai bisa terjadi, atau tidak mungkin terjadi ('jika mungkin, mengapa?' dan 'jika tidak mungkin, mengapa tidak mungkin?') Dan pada akhirnya, sampai dimana asumsi mengenai siapa yang menghambat atau apa yang menghambat kemajuan dalam proses terciptanya hasil yang diinginkan dalam coaching? Jika kita benar-benar menyadari keadaan ini, kita
dapat memfokuskan perhatian pada patterning yang cocok untuk mencapai
hasil yang diinginkan klien - apakah itu dalam pebentukkan tingkah laku,
atau sikap cara menghadapi persoalan dan cara berpikir intelektualnya
(cognitive), atau epistemologi yang paling terdalam, yang menentukan
pengembangan diri seseorang secara keseluruhan.
JALAN MENUJU PROSES BERSEMI (THE WAY OF UNFOLDING) Sebuah pendekatan holistik bisa menjadi benar-benar praktikal dan nyata ketika kita menyadari bahwa perubahan dan perkembangan dalam kehidupan kita hanyalah sebuah ekspresi mengenai proses evolusi (Unfolding) secara alami dan implisit dalam mentransformasikan berbagai hal. The 'Way of Unfolding' merujuk kepada pola-pola transformasi yang bersifat universal yang hadir baik dalam dunia kita dan dalam perkembangan diri kita sesuai dengan berjalannya waktu. Prinsip-prinsip yang mendasari 'the Way of Unfolding' membuat seorang coach mampu menyelaraskan diri dengan tujuannya, dan sekaligus membantu klien untuk merealisasikan masa depannya. Dengan melalui sudut pandang the Way of Unfolding, seorang coach dapat membantu klien mengenai berbagai hal, dari perubahan prilaku yang sederhana menjadi masa pertumbuhan dan transformasi diri secara keseluruhan.
Kadangkala ada yang mengatakan bahwa para pemimpin itu merupakan orang yang dilahirkan, bukan merupakan hasil dari pembentukan. Akan tetapi pada kenyataannya hampir semua pemimpin mengambil waktu untuk memenuhi potensinya, dengan proses belajar dari pengalamannya. Coaching dapat membantu para pemimpin untuk memenuhi janjinya. Barangsiapa yang memberikan coaching kepada para pemimpin, dengan kata lain harus menjadi salah satu dari pemimpin juga. Dalam diploma training yang kami miliki, kami sensitif
bukan hanya pada pengembangan ketrampilan, akan tetapi juga membuka
suatu keselarasan dengan seni memberikan coaching yang dapat melepaskan
kualitas-kualitas kepemimpinan dalam diri seorang coach itu sendiri.
PERFORMA DAN KESELARASAN (ALIGNMENT) Menjadi efektif dalam berbagai hal muncul dari suatu pendalaman hubungan antara kualitas performa dan sesuai atau tidaknya dengan apa yang kita sedang lakukan. Seorang coach tersebut kemudian mencari berbagai tantangan untuk kualitas performa klien, bukan hanya dengan menitik beratkan pada ketrampilan dan prilaku, namun dengan menyadari (attending) antara keselarasan dirinya dan pekerjaannya. Keselarasan tersebut memiliki arti sebagai hubungan yang lebih dalam pada situasi unik kita. Pada dasarnya, ada sebuah evolusi dan perkembangan yang mengalir secara alami sesuai dengan berjalannya waktu. Suatu performa yang terbaik akan muncul ketika kita telah menyelaraskan diri dengan aliran alami ini. Seorang Transformational Coach berusaha untuk menolong perkembangan klien dalam keselarasan yang lebih besar antara diri dan situasinya. |
|||